Perundingan Nuklir AS-Iran Akhirnya Digelar di Oman, Setelah Sempat Batal di Turki
NARASIBARU.COM - Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya menemui kata sepakat untuk melanjutkan perundingan nuklir. Pertemuan diplomatik penting ini dijadwalkan berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat, 6 Februari 2026. Konfirmasi dari kedua negara pada Rabu (4/2/2026) mengakhiri ketidakpastian yang sempat menyelimuti lokasi dan agenda pembicaraan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan kesepakatan tersebut melalui media sosial X. "Pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat dijadwalkan digelar di Muscat sekitar pukul 10 pagi pada Jumat. Saya berterima kasih kepada saudara kami di Oman yang mengatur semua hal yang dibutuhkan," tulisnya.
Di sisi lain, AS mengirim utusan khusus, Steve Witkoff, untuk menghadapi Araghchi di Oman. Presiden AS Donald Trump juga membenarkan rencana perundingan ini dengan singkat, "Mereka akan bernegosiasi," ujarnya di Gedung Putih.
Ketegangan Diplomatik Sempat Buntuti Persiapan Perundingan
Jalannya menuju kesepakatan untuk bertemu di Oman tidak mulus. Media Axios melaporkan bahwa perundingan sempat berada di ambang kegagalan akibat ketegangan diplomatik. Iran disebut menolak keras dua permintaan AS: perubahan lokasi dari Turki ke Oman dan perluasan materi pembahasan di luar isu nuklir, seperti program rudal balistik dan pengaruh Iran di kawasan melalui kelompok proxy.
Pejabat AS bahkan memberikan ultimatum kepada diplomat Iran, "Antara (dibahas juga hal-hal di luar nuklir) ini atau tidak". Iran merespons dengan tegas, "Ok, berarti tidak".
Artikel Terkait
Bobon Santoso Pensiun: Jual Akun YouTube 18 Juta Subscriber Rp 20 Miliar, Ini Alasannya
Koneksi Jeffrey Epstein dan Rusia: Fakta, Pengalihan Isu, dan Tuntutan Transparansi Schumer
Jeffrey Epstein & Rothschild: Email Rahasia Ungkap Bisnis Gelap dari Konflik Ukraina
Klarifikasi Pemkab Ngada: Fakta Kasus Siswa SD Bunuh Diri, Tidak Ada Ancaman Pengusiran