Namun, masih ada banyak pertanyaan mengenai pelaksanaan kesepakatan ini, termasuk bagaimana tahap-tahapnya dijalankan dan bagaimana hal tersebut akan sejalan dengan rencana jangka panjang menuju perdamaian permanen.
Seorang sumber Hamas mengatakan kepada Al Jazeera bahwa salah satu isu paling sulit adalah daftar nama tahanan Palestina yang akan dibebaskan pada tahap pertama. Sementara itu, pemerintah Israel masih harus melakukan pemungutan suara untuk menyetujui perjanjian tersebut.
Di sisi lain, serangan Israel di Gaza dilaporkan masih berlanjut. Menurut kantor berita Wafa, sedikitnya 29 warga Palestina tewas pada Kamis. Juru bicara pemerintah kota Gaza mengatakan, “Realitas di lapangan tidak berubah.”
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Palestina tewas dan 169.000 lainnya terluka. Ribuan orang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan. Di pihak Israel, 1.139 orang tewas dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan sekitar 200 orang disandera.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Bahaya Konflik: Persaudaraan Kunci Utama Bangsa Kuat
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Kerugian Negara, dan Respons Yudo Sadewa
Khairun Nisya Dapat Beasiswa Pramugari Gratis dari Aeronef Academy Usai Viral
Hegemoni AS di Venezuela: Analisis Intervensi, Minyak, dan Ancaman Kedaulatan