"Kita harus berdiri untuk tatanan di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak segelintir pihak, melainkan hak semua," ujar Sidharto mengutip pernyataan Presiden Prabowo.
Tema "Presidency for All" dan Fokus Kepemimpinan
Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema "Presidency for All". Fokusnya adalah pada pendekatan yang inklusif dan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Saya berkomitmen membangun kerja Dewan HAM yang lebih efektif, inklusif, dan dapat diakses oleh semua pihak," tutur Sidharto. Komitmen ini mencakup penciptaan ruang dialog yang saling menghormati, pencegahan diskriminasi, promosi kesetaraan gender, serta peningkatan partisipasi negara kurang berkembang (LDCs) dan negara kepulauan kecil (SIDS).
Melihat Ke Depan: Peran Indonesia sebagai Penjembatan
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor kunci dalam diplomasi multilateral. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan komunitas internasional terhadap peran Indonesia sebagai penyeimbang dan bridge builder dalam menyikapi isu-isu hak asasi manusia global yang kompleks.
Indonesia bertekad untuk memandu Dewan HAM dengan prinsip universality, objectivity, dan non-selectivity, serta memastikan perlakuan yang adil terhadap semua hak, termasuk hak atas pembangunan.
Artikel Terkait
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun, Menteri Keuangan Akan Gunakan AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Tersangka Korupsi Haji Gus Yaqut Jadi Sorotan
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR