Analisis Lengkap Pidato Prabowo di WEF 2026: Visi, Program Sosial, dan Strategi Ekonomi

- Jumat, 23 Januari 2026 | 15:25 WIB
Analisis Lengkap Pidato Prabowo di WEF 2026: Visi, Program Sosial, dan Strategi Ekonomi

Di pendidikan, negara hadir dengan renovasi sekolah dan pemasangan panel digital hingga pelosok. Visinya personal: memutus rantai kemiskinan lintas generasi. Anak petani miskin tidak harus menjadi petani miskin. Anak pemulung tidak harus mewarisi nasib yang sama. Negara harus hadir di titik paling rapuh struktur sosial.

Melawan "Greedynomics" dan Menegakkan Hukum

Pidato juga tegas menyoroti penegakan hukum. Prabowo menyebut korupsi dan praktik ilegal sebagai "Greedynomics" (ekonomi keserakahan). Jutaan hektar lahan ilegal disita, ribuan tambang ilegal ditutup. Negara, tegasnya, tidak boleh bersekongkol dengan kerakusan, tetapi harus berdiri di sisi kepentingan umum.

Landasan Filosofis: Sen dan Collier

Visi kepemimpinan ini beresonansi dengan pemikiran dua ahli ternama. Amartya Sen dalam "Development as Freedom" (1999) menegaskan bahwa pembangunan sejati adalah pembebasan manusia dari ketidakberdayaan. Sementara Paul Collier dalam "The Bottom Billion" (2007) memperingatkan bahaya mengabaikan kelompok termiskin, yang akan mengunci kemiskinan lintas generasi.

Kedua buku ini memperkuat tesis pidato Prabowo: sebelum berkompromi dengan dunia, negara harus kuat dari dalam. Ukuran kekuatan sejati adalah apakah yang paling lemah masih punya alasan untuk tersenyum.

Penutup: Visi yang Menanti Eksekusi

Di tengah dunia yang cenderung pada "survival of the richest", pidato Prabowo menghidupkan kembali filosofi kepemimpinan yang hampir terlupakan: negara ada untuk memastikan yang paling lemah tidak ditinggalkan. Namun, keagungan visi ini diuji di lapangan realitas. Ia menuntut disiplin birokrasi, keberanian politik, dan pengawasan publik tanpa henti.

Gagasan gemilang kini menanti eksekusi yang cemerlang dan berkelanjutan. Selama yang miskin dan lemah masih bisa tersenyum, sebuah negara belum kehilangan masa depannya.


Halaman:

Komentar