Aspirin dikenal sebagai obat pereda nyeri yang juga berfungsi sebagai antiplatelet. Obat ini bekerja dengan mencegah penggumpalan platelet (keping darah), sehingga darah lebih encer dan risiko pembekuan darah penyumbat pembuluh darah menurun. Efek sampingnya, tubuh menjadi lebih mudah memar bahkan akibat benturan ringan.
Pernyataan Trump didukung oleh keterangan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menyebutkan tangan Trump memang terbentur meja saat acara penandatanganan.
Lebih lanjut, empat dokter yang diwawancarai Reuters—terdiri dari dua ahli bedah dan dua dokter penyakit dalam—sepakat bahwa konsumsi aspirin sangat mungkin menjadi penyebab utama memar yang terlihat jelas pada tangan Trump.
Riwayat Memar dan Konteks Kesehatan Trump
Ini bukan pertama kalinya tangan Donald Trump terlihat memar. Pada musim panas sebelumnya, timnya juga menjelaskan bahwa memar disebabkan oleh aktivitas bersalaman yang terlalu banyak.
Trump tercatat sebagai orang tertua kedua yang pernah menjabat sebagai Presiden AS, setelah Presiden Joe Biden. Isu kesehatan dan kebugaran para kandidat presiden berusia lanjut selalu menjadi perhatian publik, terutama setelah Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali pada 2024.
Dengan penjelasan dari Trump dan timnya, serta konfirmasi dari sejumlah dokter, spekulasi mengenai memar di tangan Trump saat di Davos telah mendapatkan klarifikasi. Kasus ini juga menyoroti efek samping dari konsumsi obat pengencer darah seperti aspirin yang rutin dikonsumsi banyak orang untuk kesehatan jantung.
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Rp17 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Trump
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mesin Gizi, Ekonomi, atau Uang? Analisis Lengkap
Analisis Lengkap Pidato Prabowo di WEF 2026: Visi, Program Sosial, dan Strategi Ekonomi