Kemajuan ICBM & Nuklir Korea Utara: Ancaman Global & Strategi Penanganan

- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:00 WIB
Kemajuan ICBM & Nuklir Korea Utara: Ancaman Global & Strategi Penanganan

Usulan Strategi Baru: Dari Tekanan ke Pendekatan Realistis

Menghadapi eskalasi ini, Seoul mendorong perubahan pendekatan. Lee Jae Myung menekankan perlunya strategi yang lebih pragmatis dan realistis untuk menghentikan perlombaan senjata, alih-alih mengandalkan tekanan militer atau sanksi ekonomi yang dinilai kurang efektif selama ini.

Sebagai solusi, dia kembali mengusulkan peta jalan tiga fase untuk perlucutan senjata nuklir Korut. Fase pertama akan berfokus pada:


  • Penghentian produksi material nuklir baru.

  • Pencegahan transfer material nuklir ke pihak asing.

  • Penghentian pengembangan teknologi ICBM.


“Jika tidak ada lagi material nuklir tambahan dan teknologi ICBM berhenti dikembangkan, itu sudah menjadi kemajuan besar,” jelas Lee.

Komitmen Bangun Kembali Komunikasi dan Kepercayaan

Di luar isu nuklir, Lee Jae Myung juga berkomitmen untuk menghidupkan kembali Perjanjian Militer 2018 yang pernah ditandatangani oleh Presiden Moon Jae In dan Pemimpin Korut Kim Jong Un. Perjanjian yang bertujuan mencegah bentrokan dan membangun kepercayaan itu sebelumnya gugur pada 2024 akibat meningkatnya ketegangan.

Pemulihan jalur komunikasi militer dan diplomatik dinilai krusial untuk mencegah salah perhitungan yang berpotensi memicu konflik terbuka. Lee juga menyatakan komitmennya untuk melibatkan Amerika Serikat dalam upaya menghidupkan kembali dialog yang telah lama terhenti tersebut.


Halaman:

Komentar