Perkembangan Terkini dan Penurunan Kepercayaan Publik
Belakangan, situasi mulai berubah. Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi dilaporkan mengalami penurunan. Pernyataan dari Rektor UGM serta hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri dinilai semakin melonggar dan tidak memberikan kepastian.
Sebagai pengamat yang memiliki akses informasi, Rocky Gerung diyakini tidak berbicara tanpa dasar. Banyak yang menduga ia mendapatkan informasi dari sumber-sumber dalam lingkaran kekuasaan yang tidak dapat dibuka secara terbuka, yang kemudian ia olah dan sampaikan dengan gaya khasnya.
Strategi Komunikasi dan Esensi Kasus Menurut Rocky
Pernyataan "ijazah asli, pemilik palsu" dianggap sebagai cara Rocky Gerung membungkus informasi pada waktu yang tepat. Jika sejak awal ia langsung menuduh ijazah tersebut palsu, mungkin reaksi publik akan berbeda dan ia mudah dituding memiliki sentimen pribadi.
Meski kini ruang publik mungkin sudah lebih menerima jika ia menyatakan "ijazah palsu, pemilik palsu", namun bukan itu yang akan ia sampaikan dalam kesaksian di Polda Metro Jaya. Rocky Gerung konsisten menyatakan bahwa persoalan ijazah Jokowi ini pada hakikatnya bukan sekadar kasus hukum, melainkan lebih merupakan kasus moral.
Menurutnya, ini adalah tentang pertanyaan warga negara terhadap kejujuran pemimpinnya—sebuah nilai yang dinilai telah lama sirna dan belum juga kembali hingga saat ini.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Felix Siauw Kritik Prabowo Soal Board of Peace: Ini Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Amnesty Internasional Kritik Keras Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Bebek ke Trump?
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Dampak & Analisis
Ahok Mundur dari Komisaris Utama Pertamina, Ungkap Beda Pandangan Politik dengan Jokowi