Meski tidak menyebutkan tanggal dan lokasi spesifik, latihan AS bertujuan meningkatkan kemampuan penyebaran aset, memperkuat kemitraan global, dan mempersiapkan respons yang fleksibel.
Pengerahan Kekuatan Militer AS di Timur Tengah
Rencana latihan ini diumumkan setelah armada tempur AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang didampingi kapal perusak, tiba di perairan Timur Tengah. Washington Post juga melaporkan kedatangan satu skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle, sementara The Jerusalem Post menyebut 12 pesawat tempur F-15 telah mendarat di pangkalan AS di Yordania.
Latar Belakang Ketegangan Iran-AS
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah memanas dalam beberapa waktu terakhir. AS dikabarkan mempertimbangkan opsi serangan terhadap Iran sebagai respons atas penanganan demonstrasi dalam negeri oleh pemerintah Teheran. Demonstrasi yang dipicu krisis ekonomi sejak 28 Desember itu dilaporkan telah menelan ribuan korban jiwa.
Iran telah berulang kali menyatakan kesiapan untuk membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap kedaulatannya. Dukungan juga datang dari kelompok-kelompok milisi sekutu Iran di seluruh Timur Tengah yang menyatakan siap berperang membela Iran.
Kesimpulan: Situasi di Selat Hormuz dan Timur Tengah semakin mencegang dengan gelaran latihan militer hampir bersamaan dari Iran dan Amerika Serikat. Penerbitan NOTAM oleh Iran menandai eskalasi kesiapan tempur, sementara pengerahan kekuatan udara dan laut AS memperlihatkan komitmen Washington di kawasan. Perkembangan ini perlu terus dipantau mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas keamanan regional dan global.
Artikel Terkait
Felix Siauw Kritik Prabowo Soal Board of Peace: Ini Kezaliman dan Penjajahan Gaya Baru
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya: Analisis Lengkap Kasus Ijazah Jokowi dan Pernyataannya yang Kontroversial
Amnesty Internasional Kritik Keras Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Bebek ke Trump?
Amnesty Internasional Kritik Indonesia Gabung Dewan Perdamaian AS: Dampak & Analisis