Ancaman dan Ultimatum dari Presiden AS Donald Trump
Ancaman Iran ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump. Melalui Truth Social, Trump mengancam Teheran dengan serangan yang "jauh lebih buruk" daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Trump mengklaim "armada besar" yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang berada di perairan Timur Tengah dan siap bertindak.
Trump mendesak Iran untuk segera bernegosiasi. "Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’... Waktu hampir habis," tulisnya, seraya mengingatkan, "Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk!"
Respons Teheran dan Kondisi Terkini
Misi Iran untuk PBB membalas ancaman Trump di platform X. Mereka menyatakan kesiapan untuk dialog berdasarkan rasa hormat, tetapi juga memperingatkan, "JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!"
Ketegangan ini meningkat di tengah laporan tentang penindasan protes anti-pemerintah di Iran yang menewaskan ribuan orang pada awal Januari. Meski Trump tidak secara eksplisit menyebutkan insiden ini dalam ancaman terbarunya, ia menekankan tekanan pada program nuklir Iran yang dicurigai Barat bertujuan untuk membuat senjata atom.
Situasi saat ini menunjukkan ketegangan militer yang tinggi di kawasan, dengan kedua pihak saling menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur, sambil tetap membuka celah kecil untuk solusi diplomatik, meski waktu yang tersisa semakin sempit.
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt Grup Astra