Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS

- Kamis, 29 Januari 2026 | 10:50 WIB
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS

Ancaman dan Ultimatum dari Presiden AS Donald Trump

Ancaman Iran ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump. Melalui Truth Social, Trump mengancam Teheran dengan serangan yang "jauh lebih buruk" daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Trump mengklaim "armada besar" yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln sedang berada di perairan Timur Tengah dan siap bertindak.

Trump mendesak Iran untuk segera bernegosiasi. "Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’... Waktu hampir habis," tulisnya, seraya mengingatkan, "Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk!"

Respons Teheran dan Kondisi Terkini

Misi Iran untuk PBB membalas ancaman Trump di platform X. Mereka menyatakan kesiapan untuk dialog berdasarkan rasa hormat, tetapi juga memperingatkan, "JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!"

Ketegangan ini meningkat di tengah laporan tentang penindasan protes anti-pemerintah di Iran yang menewaskan ribuan orang pada awal Januari. Meski Trump tidak secara eksplisit menyebutkan insiden ini dalam ancaman terbarunya, ia menekankan tekanan pada program nuklir Iran yang dicurigai Barat bertujuan untuk membuat senjata atom.

Situasi saat ini menunjukkan ketegangan militer yang tinggi di kawasan, dengan kedua pihak saling menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur, sambil tetap membuka celah kecil untuk solusi diplomatik, meski waktu yang tersisa semakin sempit.


Halaman:

Komentar