2. Hanya Menjadi Penulis Ke-4 dalam Satu Prosiding
Satu-satunya karya ilmiah yang ditemukan adalah sebuah prosiding tahun 2006 dimana Rismon tercatat sebagai penulis keempat. Dalam dunia akademik, posisi ini seringkali dianggap sebagai penulis pembantu, bukan penulis utama.
3. Tampilan Fisik Berbeda dengan Ijazah Asli
Pakar digital forensik Josua Sinambela membandingkan ijazah yang ditunjukkan Rismon dengan ijazah asli alumni Yamaguchi. Perbedaan mencolok terlihat pada warna kertas. Ijazah Rismon berwarna putih, sedangkan ijazah asli umumnya berwarna kuning.
4. Jumlah Stempel dan Tanda Tangan yang Janggal
Ijazah S2/S3 asli Yamaguchi University menggunakan dua stempel resmi (di atas kanan dan bawah). Ijazah Rismon hanya memiliki satu stempel di sebelah kanan. Selain itu, ijazah berhuruf kanji asli tidak memakai tanda tangan, hanya stempel, sementara ijazah Rismon terdapat tanda tangan.
5. Tidak Mencantumkan Bidang Ilmu dan Format Penulisan Tidak Rapi
Bagian atas ijazah asli selalu mencantumkan bidang ilmu. Pada ijazah Rismon, bagian ini diganti dengan nomor. Tata letak huruf juga dinilai tidak rapi, tidak rata kanan-kiri, berbeda dengan standar universitas.
6. Nama Rektor Tidak Sesuai dengan Periode Waktu
Kejanggalan paling fatal menurut Josua adalah nama rektor yang tercantum. Ijazah bertanggal 16 Maret 2006 mencantumkan nama rektor Hiroshikato. Padahal, pada bulan Mei tahun tersebut, rektor Universitas Yamaguchi sudah berganti nama.
Laporan polisi kini menjerat Rismon dengan Pasal 391, 392 juncto 272 KUHP Baru terkait penggunaan ijazah palsu, serta Pasal 69 ayat (1) UU Sisdiknas. Proses hukum sedang berjalan untuk mengklarifikasi status keaslian ijazah tersebut.
Artikel Terkait
Gus Ipul Bantah Penonaktifan PBI BPJS Instruksi Presiden, Ini Faktanya
Roy Suryo Minta SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Disebut Panik dan Kurungan di Depan Mata
Badan Anggaran DPR Harus Dibubarkan? Analisis Lengkap & Solusi Pengganti
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Dilaporkan ke Bareskrim: Kronologi Lengkap Kasus Pengaduan Palsu