Said Didu Bongkar Daftar 50 Nama Oligarki dari Pertemuan dengan Presiden Prabowo
Aktivis dan eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengungkap isi pertemuannya yang berlangsung lebih dari empat jam dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan yang dibahas dalam program Rosi di Kompas TV tersebut mengungkap puluhan nama oligarki yang diduga menikmati praktik ekonomi merugikan negara.
“Saya catat empat halaman, termasuk nama-nama. Ada 50 nama, bahkan 10 di antaranya disebut lebih parah,” ujar Said Didu dalam wawancara tersebut.
Presiden Prabowo Tegaskan Hukum Akan Berjalan untuk Oligarki
Menurut Said Didu, Presiden Prabowo menyatakan telah mengetahui kelompok-kelompok yang menguasai sebagian besar aset dan ekonomi nasional. Namun, proses hukum harus berjalan tanpa tekanan opini publik.
“Presiden bilang, orang-orang ini harus disadarkan. Kalau tidak mau sadar, hukum yang akan berjalan. Kalau masih bandel, akan saya umumkan kepada rakyat biar rakyat yang menghukum,” kata Said Didu mengutip pernyataan Presiden.
Meski begitu, Prabowo disebut tidak ingin nama-nama tersebut bocor sebelum proses hukum berjalan, karena khawatir menimbulkan gejolak besar. “Yang beliau takutkan bangsa ini pecah, bukan dirinya,” tegas Said Didu.
Pertemuan dengan Taipan dan Isu Dominasi Ekonomi
Said Didu juga menyinggung pertemuan Presiden dengan lima taipan yang disebut menguasai porsi ekonomi terbesar di Indonesia. “Data menunjukkan lima orang itu memang menguasai ekonomi paling besar. Soal apakah terlibat pelanggaran, saya tidak bisa menyebutkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan publik agar fokus pada agenda mengembalikan kedaulatan negara dari cengkeraman oligarki, bukan sekadar dukungan pada figur tertentu. “Kalau kita mendukung si A, si B, si C tanpa agenda, ujung-ujungnya dijual ke oligarki,” tegasnya.
Reformasi Polri dan Wacana Pergantian Kapolri
Dalam pertemuan itu, isu reformasi Polri dan pergantian Kapolri juga dibahas secara mendalam. Said Didu membantah anggapan bahwa Presiden terikat balas budi politik dengan Kapolri.
Artikel Terkait
AKBP Didik Diperiksa Propam Polri: Dugaan Aliran Dana Rp1 Miliar dari Bandar Narkoba
Transformasi Digital Indonesia 2024: Tren, Strategi Mobile-First, AI, dan Dampak 5G
Dirut BPJS Kesehatan Tantang Anggota DPR: Kalau Bisa Rapikan Data PBI, Saya Gaji - Kronologi Debat Panas
Pemkot Denpasar Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan 24 Ribu Warga: Anggaran & Langkahnya