Tokoh oposisi terkemuka mengatakan pemerintah sengaja memperlambat penghitungan di distrik-distrik pemilih Kilicdaroglu. Sehingga, suara untuk Kilicdaroglu tertahan.
"Mereka menentang penghitungan yang muncul dari kotak suara di mana kami unggul secara besar-besaran," kata Ekrem Imamoglu.
Imamoglu mengatakan penghitungan suara internal oposisi menunjukkan Kilicdaroglu memperoleh 49 persen suara dan Erdogan hanya 45.
Tetapi baik penghitungan media pemerintah maupun yang disajikan oleh oposisi berpotensi pemilu digelar 2 putaran. Jika benar terjadi, maka pemilu presiden akan kembali digelar pada 28 Mei 2023.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis