“Pejuang Palestina bersiap menghadapi serangan darat Israel,” katanya.
Memuji pasukan perlawanan Palestina karena melakukan Operasi Badai al-Aqsa, jenderal Iran itu mengatakan Israel telah menghubungkan operasi tersebut dengan pasukan di luar Palestina untuk menutupi kekalahannya.
Menurutnya, operasi pasukan perlawanan Palestina itu telah menunjukkan kemampuan intelijen dan operasional mereka, sementara rezim Zionis bergegas merespons dengan melakukan kejahatan--merujuk pada pengeboman udara di Gaza yang tidak ada gunanya dalam istilah militer.
Setidaknya 8.005 warga Palestina telah tewas di Gaza dalam serangan Israel sejak 7 Oktober.
Kekhawatiran akan kemungkinan serangan terhadap Rumah Sakit Al-Quds di Gaza semakin meningkat setelah rezim Israel memerintahkan evakuasi “segera” dan pengeboman terus berlanjut.
Serangan mematikan Israel juga terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki, di mana lebih dari 112 warga Palestina terbunuh dalam tiga minggu.
Menurut Save the Children, lebih banyak anak-anak yang terbunuh di Gaza dalam tiga minggu terakhir dibandingkan jumlah total korban tewas dalam konflik di seluruh dunia setiap tahunnya sejak 2019.
Sumber: sindonews
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis