"Lebih dari 14.000 pengungsi Palestina telah berlindung di rumah sakit selama lebih dari tiga minggu," tambahnya.
Penyebab utama kehabisan bahan bakar adalah keegoisan tentara Israel yang masih menolak masuknya bahan-bahan dasar termasuk bahan bakar untuk rumah sakit dan layanan ambulans di Gaza.
Setelah kelompok Palestina Hamas melancarkan serangan mendadak pada 7 Oktober terhadap lokasi Israel di sekitar Gaza, Israel mengepung daerah kantong Palestina sepenuhnya, tanpa izin masuk atau keluar, air, listrik atau bahan bakar.
Israel juga melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza untuk membalas Hamas.
Setidaknya 10.022 warga Palestina, termasuk 4.104 anak-anak dan 2.641 wanita, tewas dalam pemboman Israel di Jalur Gaza.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis