Mungkin tadi ada unsur-unsur yang telah disampaikan, ada unsur Muhammadiyah, LDII, PII, Alwasliyah, NU dan sebagainya, semuanya ada,” kata Subandi.
Subandi mengatakan, dalam kontestasi politik dalam pemilihan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024 mendantang, haruslah dihadapi dengan riang gembira tanpa adanya saling jelek menjelekkan.
“Kita memberikan pencerahan kepada umat, agar jangan mau dipolitisasi dengan politik-politik identitas yang selalu menjelek-jelekan, menghina dan meminftnah.
Marilah kita berpolitik dengan dewasa, hari ini kita memilih presiden,” tegasnya. “Oleh karena itu gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya, tidak usah fitnah-fitnah, politik yang gembira saja dan mari kita bersaing visi misi.
Mari kita sampaikan visi misi kita agar pemilih, masyarakat kita dewasa menyikapi masalah ini,” tambah Subandi. Sesudah mendeklarasikan Matahari Pagi di Sumut, selanjutnya Subandi mengatakan akan melakukan deklarasi di tingkat kabupaten/ kota.
“Agar gerakkan kita bersama-sama mencerahkan Prabowo Gibran ini, memberikan pencerahan pendidikan-pendidikan politik kepada masyarakat kita agar menggunakan hak pilihnya. Benar-benarlah secara beradu visi misi, melihat visi misi dari calon-calon presiden kita,” harapnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Proyek Lumbung Pangan Disorot: Anggaran 2025 Dipakai di 2024 & Potensi Kerugian Negara
Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv: Analisis Ancaman Militer & Respons AS
Ledakan di Teheran: Uji Coba Militer Iran di Tengah Ancaman AS dan Eskalasi Ketegangan
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Dampak Restorative Justice pada Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis