SUKAPURA, Radar Bromo – Hilangnya patung Ganesha di bibir kawah Gunung Bromo, menjadi perhatian banyak pihak. Semua pihak turun tangan. Termasuk mulai TNBTS, tokoh adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), TNI-Polri, Forkopimca, sampai pemerintah desa.
Ketua Paruman Dukun Tengger Kabupaten Probolinggo Sutomo mengatakan, terkait hilangnya patung Ganesha, tidak masalah. Bahkan tidak menjadi pikiran. Menurutnya, umat Hindu sudah memasrahkannya kepada sang pemilik istana. Yakni, leluhur di kawah Gunung Bromo.
“Yang saya bahas adalah masalah spiritualnya. Bagi kami umat Hindu, hilangnya patung itu tidak masalah. Kami sudah pasrahkan. Lokasi itu merupakan lokasi para leluhur. Atau ibarat istana bagi para leluhur, sehingga jika ada barang yang hilang atau dirusak, pasti juga akan diketahui leluhur. Dan pasti ada dampaknya kepada yang melakukannya. Kami pasrahkan kepada sang pemilik istana,” jelasnya.
Ia mengaku juga sempat melihat video di media sosial. Di dalamnya disebutkan patung Ganesha, di bibir kawah Bromo, itu berusia sampai 700 tahun. Sutomo menegaskan, itu tidak benar.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup