“Bahwa pada bulan Juni bertepatan dengan Bung Karno sebagai momentum yang sangat penting untuk menggali ide serta pemikiran, gagasan, dan cita-cita ke depan. Kalau memang betul, itu bulan yang sangat penting. Termasuk Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945,” bebernya.
“Apakah nanti akan diumumkan pada bulan Juni atau bulan Agustus, juga akan lihat seluruh persyaratan-persyaratan objektif dari seluruh partai politik. Juga melihat momentum dan juga dinamika politiknya yang ada,” tutup dia.
Sementara itu, di sisi lain Nasaruddin Umar mengatakan hingga saat ini belum ada tawaran cawapres dari parpol mana pun kepada dirinya.
"Pokoknya sampai hari ini enggak ada [Ajakan cawapres]. Jadi saya pikir saya akan tetap mempertahankan jadi diri saya kepribadian saya seperti apa adanya sekarang ya," kata Nasaruddin kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (21/5).
Nasaruddin mengatakan, tidak pernah ada niatan sedikit pun untuk menjadi cawapres. Dia mengaku, ingin bekerja untuk menciptakan keadaan bangsa yang lebih tenang.
"Soal itu [Ajakan cawapres] jujur ya, saya bekerja untuk umat tidak pernah sedikitpun terlintas niat untuk menjadi apa, menikmati hasil karya saya dianut oleh bangsa kalau itu positif saya sudah cukup," ucapnya.
Sumber: kumparan.com
Artikel Terkait
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung dan Tuntut Ganti Rugi Miliaran
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Pelajaran untuk Bangsa
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Agenda & Dampak Geopolitik
Kontroversi Garansi Allah BGN: Target Nol Keracunan Makan Bergizi Gratis 2026 Mungkinkah?