"Posko ini memonitor mengenai distribusi BBM, LPG, listrik, dan bencana alam (kegeologian) di sektor ESDM. Satgas ini dimulai dari tanggal 15 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024," terangnya.
Baca Juga: Komite IV DPD RI Kunker di Kabupaten Bungo Terkait RUU Pengelolaan Aset Daerah
Tiko melanjutkan, keandalan atau reliability infrastruktur, baik yang ada di Fuel Terminal, maupun truk tangki yang mendistribusikan BBM sampai ke penyalur di SPBU juga perlu dijaga dengan baik. Mitra-mitra penyalur harus tetap menyiapkan ketersediaan pasokan BBM secara cukup.
"Jangan sampai terjadi kekosongan," tegasnya.
Selain itu, seiring berakhirnya tahun 2023, diharapkan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite hendaknya telah dikelola dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di tempat yang sama, Anggota Komite Yapit Sapta Putra menyampaikan, Posko Nasional Sektor ESDM Periode Nataru ini akan segera berakhir, namun setelah Nataru, akan ada tugas lain yang telah menanti.
"Dalam hitungan bulan, akan ada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya IdulFitri. Jadi, stamina harus kita jaga," ujar Yapit.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Dokumen Epstein Ungkap Hubungan Hary Tanoe & Trump, Misteri Indonesian CIA Terbongkar
Dokumen Epstein Ungkap Kunjungan ke Bali 2002 dan Tautan ke Donald Trump
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Segera Urus Sertifikat di BPN!
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024 untuk SaaS dan Startup