Sementara itu, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, membenarkan adanya informasi penembakan di sekitar bandara. Ia menyatakan bahwa pesawat Hercules yang ditumpangi Wapres akhirnya kembali dari Wamena menuju Jakarta karena alasan keamanan.
"Benar, ada informasi penembakan di sekitar bandara Yahukimo. Tetapi Pesawat Herkules yang ditumpangi Wapres itu kembali dari Wamena karena mungkin ada laporan alasan keamanan," tutur Hesegem.
Pertanyaan Serius Soal Keamanan dan Intelijen di Papua
Theo Hesegem mempertanyakan alasan dibatalkannya kunjungan Wapres ke Yahukimo. Ia menilai hal ini menunjukkan adanya kesenjangan penilaian keamanan antara pemerintah pusat dan kondisi di lapangan.
"Kalau Wapres berangkat ke Jakarta tanpa berkunjung ke Kabupaten Yahukimo berarti Papua tidak aman, padahal pemerintah pusat dan intelijen menilai aman dan terkendali. Kok tiba-tiba Wapres balik ke Jakarta?" jelasnya.
Menurutnya, kejadian ini mengindikasikan kerja intelijen yang tidak maksimal dan kunjungan yang lebih bersifat seremonial. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan optimal jika keamanan dasar dan konflik bersenjata di Papua tidak diselesaikan terlebih dahulu.
"Pembangunan infrastruktur silakan saja dibangun, tetapi jika daerah tidak aman pasti ada korban, dan proses pekerjaan akan gagal," tambah Hesegem, menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keamanan di wilayah Papua.
Artikel Terkait
Pelecehan Seksual di Pengungsian Banjir Sumatera: Fakta & Solusi Pencegahan oleh Wamen PPPA
Polisi di Asahan Tabrak 4 Motor dan Kabur: Kronologi Lengkap & Penyelesaian Damai
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Relawan Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya
Ayah Prada Lucky Ditangkap TNI: Kronologi KDRT, Penyebab, dan Penjelasan Resmi Kodam