NARASIBARU.COM - Masalah sampah plastik dulu hanya dihadapi negara-negara industri dan negara maju.
Namun kini sampah plastik meningkat di seluruh dunia termasuk di Benua Asia – bahkan di negara-negara berkembang – karena pesatnya pertumbuhan ekonomi dan populasi.
Globalisasi memperparah masalah yang ditimbulkan sampah plastik ini di banyak negara.
Reporter Kyodo News Tetsuji Ida mengatakan, memproduksi plastik sekali pakai kini menjadi lebih murah.
Lantas, dengan adanya globalisasi, semakin mudah bagi negara-negara, misalnya di Afrika dan Asia, untuk mengimpor barang-barang tersebut.
Baca: Cara Jepang mengurangi produksi plastiknya
"Di negara-negara seperti itu, air minum bersih sering kali tersedia dalam botol dan kantong plastik,” kata Tetsuji yang telah menulis tentang krisis plastik dan masalah lingkungan lainnya selama lebih dari 30 tahun.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas