Meski menyindir, Khozinudin menyebut tindakan Eggi dan Damai sebagai dinamika hidup yang biasa. "Tak perlu menganggap itu sesuatu yang anomali. Biasa saja, ada yang lurus ada yang bengkok. Ada yang tegak ada yang loyo, ada pemberani ada pengecut," katanya.
Dia kemudian menyampaikan kalimat yang paling menusuk, "Ada pejuang ada pecundang."
Ajakan Introspeksi: Jangan Berjuang Cari Pamrih
Lebih lanjut, Khozinudin menyatakan bahwa keputusan kedua tersangka kasus pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi itu harus dijadikan bahan introspeksi.
"Jangan berjuang mencari pamrih materi, baik pujian, harta, kedudukan, hingga dianggap sebagai pahlawan," pesannya.
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi ini menjadi sorotan publik, menandai babak baru dalam kasus hukum yang melibatkan mereka.
Artikel Terkait
Megawati Institute Resmi Beroperasi: Think Tank Pancasila Diresmikan di Rakernas PDIP ke-53
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema & Agenda
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Dampaknya