Anies Baswedan melihat pesan ini sangat relevan bagi Indonesia. Menurutnya, diplomasi Indonesia harus proaktif dan menjadi jembatan.
"Kanada bicara dari posisi negara menengah Barat. Sedangkan Indonesia bisa mengambil peran sebagai jembatan antara negara-negara menengah Barat dengan Global South," ujar Anies. Ia meyakini Indonesia memiliki legitimasi di kedua sisi untuk membentuk tatanan dunia baru yang lebih adil.
Gagasan Prabowo Subianto tentang Global South
Seperti disinggung Fahri Hamzah, catatan sejarah menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan sekaligus mantan calon presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali menyuarakan pentingnya solidaritas Global South. Salah satunya saat kunjungan ke Turki pada April 2025, di hadapan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Prabowo menegaskan, "Kami harus tampil, tanggung jawab kami, tanggung jawab kita berdua sebagai pemimpin dari global south, juga sebagai mitra strategis dalam tatanan global." Pernyataan ini memperkuat bahwa wacana penguatan kolaborasi negara-negara Global South telah lama menjadi bagian dari narasi politiknya.
Dengan demikian, wacana yang diangkat Anies Baswedan tidak hanya menyoroti dinamika geopolitik global, tetapi juga mengingatkan pada gagasan serupa yang telah diusung oleh elite politik Indonesia lainnya, menunjukkan kesinambungan isu strategis ini dalam percakapan politik nasional.
Artikel Terkait
PM Jepang Bubarkan DPR, Pemilu Sela 2026: Warganet RI Serukan Hal Sama
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra
Rustam Effendi Ungkap Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati dengan Eggi Sudjana yang Bisa Balik Badan
NasDem Sindir Partai Gerakan Rakyat Usai Deklarasi & Usung Anies Baswedan: Pilpres 2029 Masih Lama