Menurutnya, kondisi ini terjadi karena struktur teknokratis lebih banyak dikuasai oleh "dealer" atau pedagang kekuasaan, bukan oleh pemimpin sejati.
Waspadai Otoritarianisme yang Merangkak Naik
Dalam kesempatan itu, Rocky turut memperingatkan bahaya creeping authoritarianism atau otoritarianisme yang merangkak naik. Ia menilai penguatan komunitas epistemik adalah kunci untuk menjaga nalar publik tetap rasional.
"Mem-back up negeri ini dengan ide dan pikiran dimaksudkan untuk mengembalikan nalar publik menjadi grammar of the town. Itu pentingnya oposisi, itu pentingnya Jogja tetap kritis," tambahnya.
Demonstrasi sebagai Ekspresi Alamiah Pelajar
Rocky Gerung menanggapi keresahan pelajar mengenai ruang partisipasi. Ia berpendapat bahwa demonstrasi muncul secara alamiah ketika kanal formal tidak berfungsi optimal.
"Kalau universitas marah, kanalisasinya apa? Pasti demonstrasi. Jadi kalau pemerintah menganggap demonstrasi berbahaya, mereka sendiri yang menciptakan kondisi sehingga hanya demonstrasi yang bisa menjadi bentuk partisipasi generasi," pungkas Rocky Gerung.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Pendidikan: Anggaran 20%, Feodalisme, hingga Sindiran Tut Wuri Malsuin Ijazah
5 Tanda Keretakan Hubungan Jokowi dan Prabowo Menurut Ray Rangkuti
Rocky Gerung Bocarkan Strategi Serang Balik Jokowi yang Ditolak Prabowo di Pilpres 2019
Pilpres 2029: Prabowo Diprediksi Perkasa, Lawan Hanya Menabung Popularitas untuk 2034