Rocky Gerung: Jaga Tradisi Intelektual Yogyakarta dari Politik Pragmatis dan Otoritarianisme

- Senin, 16 Februari 2026 | 20:50 WIB
Rocky Gerung: Jaga Tradisi Intelektual Yogyakarta dari Politik Pragmatis dan Otoritarianisme

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena struktur teknokratis lebih banyak dikuasai oleh "dealer" atau pedagang kekuasaan, bukan oleh pemimpin sejati.

Waspadai Otoritarianisme yang Merangkak Naik

Dalam kesempatan itu, Rocky turut memperingatkan bahaya creeping authoritarianism atau otoritarianisme yang merangkak naik. Ia menilai penguatan komunitas epistemik adalah kunci untuk menjaga nalar publik tetap rasional.

"Mem-back up negeri ini dengan ide dan pikiran dimaksudkan untuk mengembalikan nalar publik menjadi grammar of the town. Itu pentingnya oposisi, itu pentingnya Jogja tetap kritis," tambahnya.

Demonstrasi sebagai Ekspresi Alamiah Pelajar

Rocky Gerung menanggapi keresahan pelajar mengenai ruang partisipasi. Ia berpendapat bahwa demonstrasi muncul secara alamiah ketika kanal formal tidak berfungsi optimal.

"Kalau universitas marah, kanalisasinya apa? Pasti demonstrasi. Jadi kalau pemerintah menganggap demonstrasi berbahaya, mereka sendiri yang menciptakan kondisi sehingga hanya demonstrasi yang bisa menjadi bentuk partisipasi generasi," pungkas Rocky Gerung.


Halaman:

Komentar