Ketiga, Ray menyoroti rencana reshuffle lanjutan yang dikabarkan akan menyasar menteri dekat Jokowi. Ia mencontohkan konflik terbuka antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan Menteri Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai sebagai sinyal politik tidak netral dari Prabowo.
4. Sikap Prabowo Terhadap Isu Ijazah
Indikasi keempat adalah sikap Prabowo yang dinilai abai terhadap isu dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Jokowi. Ray menilai, isu ini justru menguntungkan Prabowo secara politik karena menyedot perhatian publik, sementara kebijakan strategis dapat berjalan dengan minim kritik.
5. Merangkul Tokoh-Tokoh Kritis Jokowi
Kelima, langkah Prabowo mengundang tokoh-tokoh yang dikenal kritis terhadap Jokowi ke Istana untuk berdiskusi lama. Dalam pertemuan itu, isu-isu seperti penguasaan lahan yang kerap dikaitkan dengan era Jokowi kembali mengemuka.
Arah Politik Jokowi yang Makin Tegas
Berdasarkan lima indikasi tersebut, Ray Rangkuti menilai sikap Jokowi belakangan justru mempertegas arah politiknya sendiri. Beberapa tanda yang disebutkan antara lain Jokowi yang jarang bertemu Prabowo, komitmen membesarkan PSI, keterlibatan dalam isu pengembalian UU KPK, hingga Gibran yang mulai bersuara soal RUU Perampasan Aset.
Ray menyimpulkan bahwa arah hubungan politik keduanya semakin terlihat, dan fakta di lapangan justru berkebalikan dengan bantahan yang sering mereka sampaikan sebelumnya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Kritik Pendidikan: Anggaran 20%, Feodalisme, hingga Sindiran Tut Wuri Malsuin Ijazah
Rocky Gerung: Jaga Tradisi Intelektual Yogyakarta dari Politik Pragmatis dan Otoritarianisme
Rocky Gerung Bocarkan Strategi Serang Balik Jokowi yang Ditolak Prabowo di Pilpres 2019
Pilpres 2029: Prabowo Diprediksi Perkasa, Lawan Hanya Menabung Popularitas untuk 2034