Kritik Tajam Mohammad Sobary ke Jokowi: Ijazah, Nalar Politik, dan Kekecewaan Mantan Pendukung

- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:50 WIB
Kritik Tajam Mohammad Sobary ke Jokowi: Ijazah, Nalar Politik, dan Kekecewaan Mantan Pendukung

Mohammad Sobary Berbalik 180 Derajat: "Saya Kecewa dengan Jokowi karena Punya Nalar Waras"

NARASIBARU.COM - Mohammad Sobary, budayawan dan Peneliti Senior LIPI, mengaku telah berbalik arah 100 hingga 200 persen dari dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mantan pendukung setia ini menyatakan kekecewaannya yang mendalam, yang menurutnya muncul dari kewarasan nalar politik.

"Kecewa sama Pak Jokowi, itu pasti. Siapapun yang memiliki kewarasan nalar politik, pasti kecewa. Dulu saya mendukung beliau, tapi sebenarnya saya sedang mendukung idealisme saya sendiri," ujar Sobary dalam podcast Forum Keadilan TV, Selasa (17/2/2026).

Awal Mula Dukungan dan Idealisme yang Runtuh

Sobary mengisahkan, awal ketertarikannya pada Jokowi berangkat dari latar belakang sang presiden yang dianggap berasal dari rakyat biasa, jauh dari keluarga elit atau koruptor. Kesederhanaan dan kejujuran yang ditampilkan Jokowi kala itu sesuai dengan idealismenya.

"Tiba-tiba, ada presiden dari kampung. Bukan dari keluarga jenderal atau terkemuka. Idealisme full saya persembahkan kepada beliau," kenangnya.

Puncak Kekecewaan: Polemik Ijazah dan Kriminalisasi Kritik

Namun, kepercayaan itu hanya bertahan lima tahun. Puncak kekecewaan Sobary adalah ketika Jokowi dinilai membungkus kritik dengan kriminalisasi, seperti dalam kasus pelaporan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) yang mengungkap keganjilan ijazah S-1 Jokowi dari UGM.


Halaman:

Komentar