Kritik Tajam Mohammad Sobary ke Jokowi: Ijazah, Nalar Politik, dan Kekecewaan Mantan Pendukung

- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:50 WIB
Kritik Tajam Mohammad Sobary ke Jokowi: Ijazah, Nalar Politik, dan Kekecewaan Mantan Pendukung

"Pemimpin ditanya ijazahnya, kok malah memenjarakan orang. Ini kan edan. Lah, elu kan gua bayar dengan pajak gua," ungkap Sobary dengan nada geram.

Dukungan pada 'Trio Macan' dan Bukti 'Hardproof'

Sobary justru menyatakan kepercayaannya pada ketiga pengkritik yang dijulukinya 'trio macan'. Dia menyebut temuan mereka sebagai "cahaya terang" yang mampu menggerakkan kaum intelektual.

Keyakinannya semakin kuat setelah pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi, membeberkan salinan ijazah Jokowi yang digunakan untuk Pilpres 2014 dan 2019. Menurut Sobary, ini adalah "bukti keras" atau hardproof yang membuka rahasia dan lapisan topeng.

Pesan untuk Jokowi: "Big Nothing Will Be Zero"

Ditanya pesan untuk Jokowi, Sobary menjawab dengan getir. "Ngapain mau menyampaikan pesan? Pesan kepada Jokowi, will be nothing. Nothing tidak cukup, jadi big nothing will be zero," bebernya.

Tuntutan Investigasi Tuntas Hingga ke Keluarga

Sobary menegaskan bahwa upaya membongkar kasus ijazah yang diduga palsu harus dilanjutkan secara tuntas, bahkan hingga ke anak-anak Jokowi. "Kita telah dikentuti. Topengnya yang tebal kita buka. Next anaknya diblejeti. Alam yang akan memblejetinya. Barang siapa menipu, dia akan memakan hasil tipuannya," tandasnya tegas.


Halaman:

Komentar