Kemudian, Penelitian yang dilakukan oleh Novendra Hidayat dan Abdul Fatah ini menyimpulkan relasi kuasa yang terjadi antara pasangan Sukirman-Bong Ming Ming (Etnis Melayu-Tionghua) pada Pilkada 2020 di Kabupaten Bangka Barat terjadi secara alamiah. Alamiah di sini merujuk kepada relasi antara etnis Melayu dengan Tionghoa yang telah berlangsung sejak lama.
"Pasangan Sukirman-Bong Ming Ming memanfaatkan dan memaksimalkan potensi relawan dan tim sukses dari berbagai lini, terutama lintas etnis dan agama. Dengan dukungan yang maksimal, pasangan ini mendapatkan perhatian yang cukup besar oleh masyarakat pemilih di Kabupaten Bangka Barat. Seperti halnya keterangan wawancara dengan aktor, relawan dan tim pemenangan pasangan Sukirman-Bong Ming Ming," ungkapnya.
Tak hanya itu, Novendra Hidayat juga mengatakan bahwa kesepahaman dalam keberagaman antar etnis Melayu dan Tionghua yang telah terbangun didorong dan dikuatkan dengan adanya dominasi, akumulasi dan pendayagunaan tiga modal utama.
"yakni modal politik, modal sosial dan modal budaya kemudian menjadi penentu dalam meraih kemenanga," tutupnya.*
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: trendberita.com
Artikel Terkait
Respons PDIP Soal Ambisi PSI Kuasai Jawa Tengah di Pemilu 2029: Analisis & Target Kaesang
Megawati Institute Resmi Beroperasi: Think Tank Pancasila Diresmikan di Rakernas PDIP ke-53
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo Dikonfirmasi Sekjen ReJo
Megawati Tiba di Rakernas PDIP 2026 Didampingi Prananda Prabowo: Tema & Agenda