Dianita diketahui telah tinggal di perumahan klaster tersebut selama dua hingga tiga tahun terakhir bersama dua orang anaknya. Suaminya telah meninggal dunia beberapa waktu lalu karena sakit.
Kronologi Penjemputan dan Pesan Terakhir Aipda Dianita
Momen penjemputan terjadi pada Rabu malam. Petugas keamanan (satpam) perumahan, Udi, mengaku mengenal baik Dianita dan menyebutnya sebagai orang yang baik.
Udi juga mengungkap pesan terakhir yang disampaikan Aipda Dianita sebelum mobil membawanya pergi. Saat melintas di dekat gerbang, dengan kaca mobil terbuka, Dianita meminta tolong untuk mematikan mesin air (sanyo) di rumahnya.
"Mau berangkat dia sempat bilang, 'Pak tolong matiin sanyo ya'," kenang Udi.
Kondisi Rumah dan Proses Hukum Berjalan
Sejak peristiwa itu, Aipda Dianita belum kembali ke rumah. Kedua anaknya telah dijemput oleh keluarga dari pihak orang tua, sehingga rumah tersebut kini dalam keadaan kosong.
Eka Media selaku Ketua RT menyatakan pihak lingkungan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan. Ia berharap kebenaran dari kasus ini dapat terungkap secara transparan.
"Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan," tutup Eka.
Artikel Terkait
KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi OSO untuk Menag Nasaruddin Umar
Abraham Samad Kritik Revisi UU KPK: Dosa Kolektif dan Usul Perppu ke Prabowo
AKBP Didik Putra Kuncoro Ditahan, Eks Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba
Jaksa Agung Burhanuddin Beberkan Oknum Jaksa Tilap Aset Sitaan Negara, Ini Perintah Tegasnya