Impor Pangan Jadi Ganjalan di Hati
Selain masalah kemiskinan, Presiden juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor pangan sebagai hal yang tidak masuk akal. Dia menegaskan bahwa negara dengan tanah yang subur dan luas seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
"Terutama yang tidak masuk di akal saya bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur. Tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita impor, impor, impor pangan. Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya," tutur Prabowo.
Target Swasembada Pangan dalam Satu Tahun
Berdasarkan keprihatinan tersebut, Prabowo memberikan target yang ambisius kepada jajaran menterinya. Dia menargetkan swasembada pangan dapat terwujud dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal yang diberikan selama empat tahun.
Komitmen ini menunjukkan fokus pemerintahannya untuk segera melepaskan ketergantungan impor dan memastikan kekayaan alam Indonesia benar-benar dapat mensejahterakan rakyatnya.
Artikel Terkait
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Haji, Kekayaan Naik Rp1 Miliar
Larangan Drama China: Alasan NRTA Batasi Cerita CEO Kaya Jatuh Cinta dengan Gadis Miskin