Penyitaan Kapal Kedua di Karibia
Selain Bella 1, AS juga menyita satu kapal tanker lainnya di perairan Karibia. Kapal ini juga dianggap tidak memiliki kewarganegaraan yang sah dan diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.
Pernyataan Tegas Pejabat AS
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, memberikan pernyataan tegas melalui media sosial. "Para penjahat dunia telah diberi peringatan. Kalian bisa lari, tetapi kalian tidak bisa bersembunyi," ujarnya.
Gedung Putih, melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt, menegaskan komitmen Presiden Donald Trump. "Dia akan menegakkan kebijakan yang terbaik untuk Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang secara ilegal mengangkut minyak," kata Leavitt. Pemerintah AS menyatakan tidak gentar meski tindakan ini berpotensi memicu ketegangan dengan Rusia dan China.
Rincian Operasi Pengejaran
Operasi penyitaan ini melibatkan pengawasan intensif. AS telah membuntuti pergerakan Bella 1 sejak kapal tersebut berada di dekat Venezuela. Untuk operasi ini, AS mengerahkan berbagai aset militer, termasuk pesawat pengintai P-8, kapal penjaga pantai, serta dukungan dari militer Inggris.
Artikel Terkait
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun, Menteri Keuangan Akan Gunakan AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Tersangka Korupsi Haji Gus Yaqut Jadi Sorotan
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR