"Namun rakyat suatu negara, termasuk Indonesia, ada juga yang mencari tempat kebahagiaan di akhirat dan keseimbangan dunia akhirat. Dua kelompok ini tidak akan mengukur kebahagiaan semata dari kesejahteraan," ujarnya.
Peran Keimanan sebagai Fondasi Kebahagiaan
Bagi kelompok yang memprioritaskan kebahagiaan akhirat, keimanan menjadi sumber utama kebahagiaan. Inilah yang menjelaskan mengapa meski secara ekonomi belum mencapai tingkat sejahtera tertentu, banyak masyarakat Indonesia yang tetap merasa bahagia secara tulus.
Hal serupa berlaku bagi kelompok yang mengejar keseimbangan dunia dan akhirat. Keyakinan akan kehidupan setelah dunia fana memberikan ketenangan dan kebahagiaan, melengkapi pencapaian di dunia.
Kesimpulan Studi: Kebahagiaan Indonesia Bersumber dari Spiritualitas
Dari analisis ini, Jamiluddin menyimpulkan bahwa rahasia kebahagiaan Indonesia terletak pada fondasi spiritual. "Karena itu, kebahagiaan rakyat Indonesia bukan karena kesejahteraan tapi lebih bersumber dari keimanan," pungkasnya.
Temuan ini memberikan pelajaran berharga bahwa indeks kebahagiaan suatu bangsa harus dilihat dari dimensi yang lebih holistik, tidak hanya dari parameter ekonomi material, tetapi juga dari kekuatan spiritual dan keyakinan yang dianut masyarakatnya.
Artikel Terkait
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun, Menteri Keuangan Akan Gunakan AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Tersangka Korupsi Haji Gus Yaqut Jadi Sorotan
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR