Trump secara eksplisit mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer AS jika situasi keamanan dalam negeri Iran dinilai semakin tidak terkendali. Ia menegaskan bahwa Iran akan "dipukul dengan sangat keras" jika terjadi pembunuhan lebih banyak terhadap demonstran.
Khawatir Iran dan Tuduhan Intervensi Asing
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh bahwa protes yang terjadi telah dimanfaatkan oleh pihak asing untuk menggoyang stabilitas negara. Ia mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas apa yang disebutnya sebagai "perusuh".
Laporan dari kelompok HAM menyebutkan puluhan korban jiwa dan ratusan penangkapan dalam bentrokan. Kecemasan Iran semakin menjadi setelah aksi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh AS, yang memicu kekhawatiran bahwa Washington bisa melakukan tindakan serupa terhadap kepemimpinan di negara lain.
Ancaman Serangan Gabungan dan Dampaknya
Dukungan publik Washington kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memperbarui serangan terhadap program nuklir Iran menambah spekulasi mengenai potensi operasi militer gabungan AS-Israel dalam waktu dekat. Kondisi ini menempatkan Iran dalam posisi yang sangat sulit, menghadapi tekanan dari dalam dan luar negeri secara bersamaan.
Artikel Terkait
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun, Menteri Keuangan Akan Gunakan AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Tersangka Korupsi Haji Gus Yaqut Jadi Sorotan
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR