Dukungan Biodiesel Sawit dan Rencana Stop Impor Bensin
Stop impor solar juga didukung penuh oleh program Biodiesel B40 yang telah berjalan sejak 2025. Penggunaan campuran sawit yang lebih tinggi dalam biodiesel turut menekan kebutuhan impor solar minyak bumi.
Langkah selanjutnya yang sedang dipersiapkan adalah stop impor bensin (pertalite dan pertamax) pada tahun 2029. Jika terwujud, potensi penghematan devisa bisa mencapai Rp250 triliun per tahun.
Akhir Antrean Solar dan Harapan bagi Masyarakat
Dengan ketersediaan solar yang mencukupi dari produksi dalam negeri, masalah klasik yang dihadapi masyarakat diharapkan berakhir:
- Antrean panjang truk di SPBU akan berkurang drastis.
- Kebutuhan solar untuk sektor produktif seperti transportasi, pertanian, dan perikanan menjadi lebih terjamin.
- Stabilitas pasokan dan harga solar lebih mudah dikendalikan pemerintah.
Tantangan ke depan terletak pada sistem distribusi yang merata dan pengawasan terhadap penyaluran subsidi agar tepat sasaran.
Kesimpulan: Menuju Kedaulatan Energi Nasional
Kebijakan stop impor solar 2026 adalah babak baru menuju kedaulatan energi Indonesia. Didukung oleh infrastruktur kilang modern dan program biodiesel, langkah ini tidak hanya menghemat devisa tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Jika konsisten dijalankan, SPBU akan kembali berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar yang lancar, bukan tempat menguji kesabaran.
(Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Sebut Pertemuan dengan Jokowi Ibarat Musa dan Firaun: Analisis & Respons Terkini
Demo Ojek Online 2026 di Monas & Kedubes AS: 1.541 Personel Amankan Aksi
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Tinggalkan 134 Keturunan
KSPI dan Partai Buruh Tolak Penghapusan Pilkada Langsung, Khawatirkan Upah Buruh Tertekan