Tidak hanya transportasi darat, sektor udara juga terdampak. Massa melakukan long march sejauh 5 kilometer menuju Bandara Andi Djemma Masamba di Luwu Utara, mengganggu aktivitas penerbangan dan akses penumpang.
"Aksi ini merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu. Kami menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan," tegas Karimuddin, Ketua Presidium GPPRL.
Ketegangan sempat memuncak di Jembatan Baliase, Luwu Utara, ketika seorang pengendara motor berusaha menerobos barikade. Insiden saling dorong terjadi sebelum akhirnya berhasil diredam.
Dampak Ekonomi dan Pengamanan
Dampak ekonomi langsung terasa. Pasar tradisional dan pertokoan di sepanjang Trans Sulawesi terpaksa tutup. Distribusi barang dari Makassar menuju Sulawesi Tengah dan Tenggara via darat terhenti total.
Aparat keamanan dari TNI dan Polri telah disiagakan di setiap titik blokade untuk mencegah tindakan anarkis. Mereka terus melakukan negosiasi agar massa bersedia membuka akses jalan secara bertahap.
Artikel Terkait
Tower Seluler Ambruk di Surabaya: Hantam Atap Sekolah & Mobil, Begini Kronologinya
Dino Patti Djalal Peringatkan Risiko Rp17 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Trump
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mesin Gizi, Ekonomi, atau Uang? Analisis Lengkap
Memar di Tangan Donald Trump di Davos: Penyebab, Kaitan Aspirin, dan Penjelasan Dokter