Fraksi Partai Golkar
Anggota fraksi Partai Golkar, Rikwanto, sepakat bahwa penggabungan akan melemahkan institusi Polri. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah Polri menunjukkan independensi dan kekuatannya, sehingga tidak perlu ada wacana penggabungan.
Fraksi Partai NasDem
Rudianto Lallo dari Fraksi Partai NasDem juga menolak. Ia menegaskan bahwa sebagai alat negara, Polri harus berada di bawah Presiden. Dalam konteks ketatanegaraan, menurutnya, sangat tidak tepat jika Polri di bawah kementerian atau lembaga tertentu.
Fraksi PKS
Habib Aboe Bakar Al Habsyi dari Fraksi PKS menyatakan penolakan mentah-mentah terhadap wacana tersebut. PKS memastikan akan terus mendukung Polri agar tetap independen dan di bawah komando Presiden secara langsung.
Asal Usul Wacana Penggabungan Polri ke Kemendagri
Wacana untuk menempatkan Polri di bawah naungan Kemendagri atau TNI sebelumnya pernah diusulkan oleh Ketua DPP PDIP sekaligus anggota DPR RI, Deddy Sitorus, pada Desember 2024 lalu.
Deddy menyatakan usulan itu dipertimbangkan untuk mencegah intervensi dalam pemilu, dengan menyoroti sejumlah isu seperti kasus narkoba, keributan internal, dan kasus Ferdy Sambo. Ia menegaskan usulan ini terkait profesionalisme Polri, bukan politik.
Meski demikian, wacana yang sempat mengemuka itu kini telah ditolak secara tegas oleh ketujuh fraksi yang ada di Komisi III DPR RI.
Artikel Terkait
Kapolri Listyo Sigit: Lebih Baik Dicopot Daripada Polri di Bawah Kemendagri
Iran Siaga Tinggi Pasang Mural Ancaman untuk AS, Armada USS Abraham Lincoln Bergerak ke Timur Tengah
Hogi Minaya: Kronologi Lengkap, Kasus Hukum, dan DPR Panggil Kapolresta Sleman
Suami Jadi Tersangka Usai Lawan Jambret: Kompolnas Soroti Ancaman bagi Ketahanan Masyarakat