Wawancara ini juga mengungkap perbedaan jalan politik kedua tokoh. Akbar Faizal mengaku menyesal atas dukungan mati-matiannya kepada Jokowi di masa lalu, sementara Fadli Zon sama sekali tidak menyesali dukungannya kepada Prabowo. Saat ditanya bagaimana sikapnya jika arah politik berbalik, Fadli Zon menjawab lugas: "Menyesuaikan diri."
Fadli Zon mengisahkan bahwa ia tetap bisa bertahan dan kritis di DPR meski partainya, Gerindra, mendukung pemerintahan Jokowi pada satu periode. Posisinya sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) saat itu dinilainya membantu. Loyalitasnya pada Prabowo pun tidak pernah pudar, dan dibalas dengan kepercayaan dari sang ketua umum.
Masa Depan Pasca-Jokowi: Munculnya Gibran dan Dinasti Politik?
Namun, pernyataan "Jokowi sudah selesai" mungkin bukan akhir dari cerita. Artikel ini menganalisis bahwa meski telah kembali ke Solo, Jokowi tidak berhenti berpolitik. Mantan presiden ini disebut masih berupaya mati-matian untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan disebutkan, sejak tahun lalu telah ada skenario pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode ke depan. Jika skenario itu tidak berjalan, bukan mustahil Jokowi memiliki alasan sendiri untuk mengusung Gibran melalui PSI. Dengan kata lain, jika dianalogikan sebagai buku, "Jokowi jilid satu mungkin sudah selesai, tapi Jokowi jilid dua sedang ditulis."
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Viral Penerima Beasiswa LPDP Pamer Anak WNA: Pelanggaran Integritas & Risiko Sanksi
Mike Huckabee Klaim Israel Berhak Kuasai Timur Tengah, Ini Kontroversinya
Rocky Gerung Desak DPR Batalkan Perjanjian Dagang Prabowo-Trump yang Dinilai Merugikan Indonesia
Viral Ibu Kost Halmahera: Fakta Lengkap, Lokasi SPBU Waebulen, dan Respons Aparat