Saat ini, sembilan investor menjadi penggerak utama pembangunan hunian di IKN, di mana tiga diantaranya berasal dari Tiongkok dan Malaysia, yang saat ini sedang dalam tahap seleksi dan studi kelayakan.
Baca Juga: Lonjakan Investasi Asing Rp5 Triliun Bangkitkan Potensi Pembangunan di IKN
Investasi yang masuk ke IKN memiliki variasi sektor dan skala yang beragam.
Sejumlah investor domestik seperti Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Agus Sedayu Group, Pakuwon group dan The Pakubuwono Development telah turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan campuran di IKN.
Investasi dari Kalimantan Timur, seperti PT Wulan Bangun Laksana Tbk yang sukses dengan Balikpapan Super Abg (BSB), juga turut serta dalam pengembangan IKN.
Tidak hanya investor besar, tetapi juga investor menengah dan kecil ikut serta, seperti BSH dengan portofolio unit usaha restoran tradisional kampung kecil, berperan dalam mengembangkan lahan di kawasan inti pusat pemerintahan KIPP.
Sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan di Ibu Kota Nusantara juga ikut melakukan groundbreaking, dengan pembangunan empat rumah sakit dan dua sekolah, termasuk layanan RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, RS Hermina, dan RS Kementerian Kesehatan untuk pelayanan kesehatan.
Sedangkan untuk layanan pendidikan, terdapat Nusantara International School (NES) dan revitalisasi SDN 2 Sepaku sebagai Smart Sustainable Forest City.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Gus Ipul Bantah Penonaktifan PBI BPJS Instruksi Presiden, Ini Faktanya
6 Kejanggalan Ijazah Rismon Sianipar yang Dilaporkan Palsu ke Polda Metro Jaya
Roy Suryo Minta SP3 Kasus Ijazah Jokowi, Disebut Panik dan Kurungan di Depan Mata
Badan Anggaran DPR Harus Dibubarkan? Analisis Lengkap & Solusi Pengganti