KLIKANGGARAN -- Masalah kepatuhan terhadap sanksi AS oleh bank-bank China berada di luar lingkup Kremlin, kata juru bicara presiden Dmitry Peskov kepada wartawan pada hari Selasa.
Dia menolak berkomentar mengenai laporan Bloomberg yang menyatakan bahwa bank-bank milik negara China sedang memperketat pembatasan dalam melayani klien Rusia karena takut akan sanksi sekunder dari Washington, dengan mencatat bahwa ini adalah "topik yang sangat sensitif dan tidak mungkin ada yang membahasnya."
"Kremlin tidak terlibat dalam transaksi keuangan. Ini adalah urusan departemen lain dan, terutama, perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi luar negeri. Dalam setiap kasus, saluran terpisah dan sistem terpisah diterapkan," kata Peskov kepada stasiun radio Kommersant FM.
"Kami terus mengembangkan hubungan dengan China; ini adalah mitra strategis yang sangat penting bagi kami," tambahnya.
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Dampaknya
Korban Longsor Cisarua: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas