Khozinudin menegaskan, dirinya menolak keras segala bentuk kompromi atau perdamaian tersebut. Ia menyatakan tidak akan pernah berdamai dengan apa yang disebutnya sebagai kebohongan, kepalsuan, dan kezaliman.
Ijazah Palsu Harus Diadili, Bukan Dinegosiasikan
Dalam sejumlah penampilannya di media televisi, tawaran perdamaian disebutkan disampaikan secara terbuka, termasuk ajakan untuk “sowan ke Solo”. Khozinudin menampik semua itu dengan tegas.
“Ijazah palsu tidak bisa direstorasi dengan perdamaian menjadi asli. Ijazah palsu harus diuji dan diadili di pengadilan, bukan dinegosiasikan,” tegasnya.
Ia menilai ada upaya sistematis untuk menghindari proses persidangan terbuka dengan membangun narasi perdamaian. Tujuannya adalah meredam kasus ini agar tidak sampai diuji di muka pengadilan.
Komitmen Terus Lanjutkan Perjuangan Hukum
Di akhir pernyataannya, Khozinudin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang konsisten mengawal proses hukum, termasuk para tersangka, tim kuasa hukum, aktivis, dan media.
“Pesan kami tegas: kami menolak berdamai dengan kepalsuan, kebohongan, dan kezaliman. Perjuangan ini akan terus kami lanjutkan,” pungkas Ahmad Khozinudin.
Artikel Terkait
Fahri Hamzah Sebut Gagasan Global South Anies Baswedan Sudah Lama Diomongkan Prabowo
PM Jepang Bubarkan DPR, Pemilu Sela 2026: Warganet RI Serukan Hal Sama
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra
Rustam Effendi Ungkap Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati dengan Eggi Sudjana yang Bisa Balik Badan