“Sebenarnya yang dituju Gerindra adalah Golkar. Nah, saat partai beringin itu bergabung bersama dengan PAN ke koalisinya Prabowo, maka itulah target sebenarnya dari Gerindra,” ucapnya.
Dengan demikian, lanjut Jerry, PKB akhirnya sudah tidak diperlukan lagi oleh Prabowo dan Gerindra. Pengamat politik jebolan American Global University ini sudah memprediksi dari tahun lalu, bahwa PKB tak akan awet berkoalisi dengan Gerindra.
Dia menilai koalisi PKB-Gerindra itu tidak cocok dan tidak bisa berkomunikasi dengan baik satu sama lain.
“Saya lihat komunikasi elite-elite Partai Gerindra dan PKB itu stagnan. Ada kemungkinan keduanya pecah kongsi. Mereka juga tak kunjung mendeklarasikan calon presiden yang akan diusung,” jelasnya.
Terlebih desakan PKB agar Prabowo segera mengumumkan Cak Imin sebagai cawapres tak digubris.
“Apalagi peluang Cak Imin menjadi cawapres makin kecil sejak bergabungnya Golkar dan PAN. Di mana keduanya juga mengusung calon lain menjadi pendampingnya Prabowo, ini makin sulit buat Cak Imin,” jelasnya lagi.
“Saya melihat Cak Imin akan lebih tergoda bergabung mendukung Ganjar, karena bisa jadi dia lebih berpeluang menjadi Cawapresnya Ganjar,” tandas Jerry.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Dampaknya
Buni Yani Sebut Taktik Pecah Belah Jokowi ke Eggi Sudjana & Damai Tak Akan Berhasil
Kuasa Hukum Roy Suryo Sindir Eggi & Damai Temui Jokowi: Ada Pejuang, Ada Pecundang
Roy Suryo Sindir Pertemuan Eggi Sudjana dengan Jokowi: Cuma Segitu Toh Akhirnya