Menurut Anies, pihak yang membuat label tersebut sengaja untuk menciptakan ruang polemik sehingga hal itu dapat terus menjadi alat untuk menyerangnya.
"Diberikan ruang untuk itu dijadikan seakan-akan suatu yang benar, 'barangkali dia begitu ya' lalu kasih follow up pertanyaan 'ada contohnya tidak dia intoleran, ada contohnya tidak dia diskriminasi, ada contohnya tidak dia tidak bersahabat pada minoritas," imbuh Anies.
Anies yakin orang yang memberikan pelabelan pada dirinya tak akan bisa memunculkan fakta atas pernyataan yang mereka ungkapkan. Akhirnya orang tersebut menemukan jawabannya sendiri.
"Jadi bukan kita membantah tapi biarlah yang bersangkutan menemukan jawabannya sendiri," tegasnya.
Belajar saat Pilgub DKI lalu, Anies mengaku kerap diserang pihak tertentu yang tidak senang dengan pencalonannya sebagai Gubernur DKI saat itu.
"Pernyataan dibalas dengan pernyataan hanya menjadi debat berkepanjangan tapi kalau pernyataan ditangkis dengan kenyataan dia akan bisa menguak fakta yang sebenarnya tersembunyi," pungkasnya.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Rocky Gerung: Jokowi Tak Bisa Tenang Sebelum Kasus Ijazah & Hukum Keluarga Terbukti
Eggi Sudjana Sebut Roy Suryo Belagu Soal Kasus Ijazah Jokowi: Analisis & Daftar Tersangka Terbaru
Kontroversi Ijazah Jokowi: Rektor UGM Sebut 2 Tanggal Lulus Berbeda, Mana yang Benar?
Reshuffle Kabinet Prabowo: Strategi Lepas dari Geng Solo dan Bayang-Bayang Jokowi?