Proses yang benar harus diawali dengan laporan polisi, dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci. "Saksi-saksi itu mungkin rektor UGM, dekan, kemudian beberapa dosen yang pernah mengajar di situ tahun 80-85," jelas Oegroseno.
Pentingnya Keterangan Ahli dan Jalur Pengadilan yang Tepat
Setelah pemeriksaan saksi, langkah berikutnya adalah meminta keterangan ahli. Oegroseno menekankan bahwa tidak perlu ada keterburu-buruan untuk menyampaikan pernyataan ke publik sebelum proses hukum berjalan semestinya.
Lebih lanjut, dia menyoroti bahwa forum yang tepat untuk membuktikan kebenaran dokumen adalah melalui pengadilan niaga. "Hakim harusnya nanti membuktikan di situ," tegasnya. Pernyataan publik yang terburu-buru mengenai keaslian ijazah dinilai tidak sesuai dengan prosedur penyidikan yang sulit dan penuh ketelitian.
Oegroseno menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pekerjaan polisi dalam penyidikan adalah pekerjaan yang sangat sulit dan membutuhkan proses yang matang untuk mencapai kebenaran hukum.
Artikel Terkait
Kisah Gus Dur Diperiksa Polisi vs Kasus Ijazah Jokowi: Oegroseno Beberkan Perbandingan
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Fakta, Bantahan, dan Kerugian Rp1 Triliun
KPK Periksa Gus Aiz PBNU: Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
KPK Ungkap Aliran Rp600 Juta ke Anggota DPRD PDIP Nyumarno dari Kasus Suap Bupati Bekasi