Permohonan maaf secara khusus ditujukan kepada Sudrajat, pedagang es yang menjadi korban dan namanya terdampak langsung. Ikhwan menegaskan tidak ada niat untuk mencemarkan nama baik pedagang tersebut.
"Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau. Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil," ujarnya.
Janji Lebih Hati-hati ke Depan
Ikhwan menyatakan komitmennya untuk lebih berhati-hati ke depan. Setiap informasi yang akan disampaikan kepada masyarakat akan melalui proses verifikasi dan pemeriksaan ilmiah terlebih dahulu.
"Kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah," tandasnya.
Kronologi Awal Video Viral
Sebelumnya, media sosial dihebohkan video yang menunjukkan seorang pedagang es kue jadul tua diinterogasi dan dituding menjual produk berbahan spons. Dalam video itu, terlihat anggota Polri dan TNI menguji es dengan cara dibakar dan meyakini itu adalah busa, bahkan pedagang dipaksa mencoba dagangannya sendiri.
Polres Metro Jakarta Pusat kemudian turun tangan dan melakukan pemeriksaan mendalam. Hasil akhirnya membuktikan bahwa tudingan dalam video viral tersebut keliru dan es kue jadul yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Artikel Terkait
Gas Tertawa Whip Pink Diduga Sebabkan Kematian Lula Lahfah, BNN Peringatkan Bahaya Fatal
Viral Menu Kopi Pangku PIK 2026: Harga Paket Reguler hingga Special yang Bikin Heboh
Teror Paket Ayam Potong untuk Uchok Sky Khadafi: Kronologi, Ancaman, dan Dugaan Motif
Anwar Usman Buka Suara Soal Isu Raja Bolos Sidang, Ungkap Alasan Kesehatan