"Banyak juga yang dari kalangan artis punya kemampuan," tegas Dedi.
Klaim 'Gubernur Konten' vs 'Gubernur Kenyataan'
Menanggapi sebutan 'Gubernur Konten' yang melekat padanya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penilaian kinerjanya harus dilihat dari hasil pembangunan di lapangan. Ia mengundang Pandji untuk berkeliling melihat langsung kondisi jalan provinsi dan pembangunan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
"Apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, itu bisa dilihat dari hasilnya di lapangan," kata Dedi Mulyadi.
Demokrasi dan Ruang untuk Kritik
Dedi Mulyadi menutup tanggapannya dengan menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap kritik dalam demokrasi. Ia menyambut baik koreksi yang disampaikan secara terbuka, termasuk melalui cara-cara jenaka seperti stand-up comedy.
"Ini negara demokrasi. Setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka," pungkas Gubernur Jawa Barat tersebut.
Artikel Terkait
Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS Sebelum Serangan Venezuela: Fakta & Analisis
KSAD Maruli Beberkan Alasan Biaya Sumur Bor Rp150 Juta: Kedalaman 200 Meter untuk Satu Desa
Demo Buruh Jawa Barat 2025: 10.000 Pekerja Protes UMSK Dedi Mulyadi ke Istana & DPR
Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi: Bukti Penggugat Dinilai Tidak Valid