Selman menjelaskan bahwa gambar dan video yang beredar adalah murni hasil rekayasa digital. "Hanya rekayasa digital, sama sekali bukan episode asli," tegasnya. Konten tersebut dibuat menggunakan teknik editan Photoshop atau Artificial Intelligence (AI) yang canggih.
Analisis: Pola Hoaks dan Penggunaan AI
Ramalan kematian Donald Trump ini merupakan contoh hoaks kreatif yang memanfaatkan reputasi The Simpsons dan teknologi terkini. Polanya selalu sama: mengambil momen aktual (seperti upaya pembunuhan pada Juli 2024), lalu menciptakan narasi palsu yang dikaitkan dengan "ramalan" dari masa lalu.
Konten AI-generated seperti ini semakin sulit dibedakan dari aslinya, sehingga masyarakat perlu lebih kritis dan selalu mencari sumber verifikasi resmi sebelum mempercayai informasi yang sensasional.
Kesimpulan
Klaim bahwa The Simpsons meramalkan kematian Donald Trump pada 2026 adalah tidak benar dan telah diklarifikasi sebagai hoaks oleh pihak produksi. Cerita ini adalah buatan netizen yang dirancang untuk menjadi viral. Sebagai penikmat konten digital, penting untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber terpercaya dan tidak mudah menyebarkan konten yang belum terbukti kebenarannya.
Artikel Terkait
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Gus Yaqut, Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji
BNPB Hentikan Pencarian Korban Bencana Sumut & Sumbar 2026: Data Korban & Status SAR
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tersangka Korupsi Haji, Kekayaan Naik Rp1 Miliar
Larangan Drama China: Alasan NRTA Batasi Cerita CEO Kaya Jatuh Cinta dengan Gadis Miskin