Dokumen dan laporan investigasi juga mengungkap dugaan kuat keterlibatan Epstein dengan dunia intelijen. Beberapa poin kunci yang terungkap antara lain:
- Mantan Jaksa AS Alexander Acosta dikabarkan menyebut Epstein "milik intelijen," yang menyiratkan perlindungan dari badan seperti CIA.
- Epstein diketahui bertemu dengan William Burns, diplomat senior yang kini menjadi Direktur CIA, pada 2014 untuk "pertemuan pribadi."
- Dugaan keterkaitan dengan arms trafficking dan money laundering melalui Bank of Credit and Commerce International (BCCI) pada era 1980-1990an.
- Hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak memicu spekulasi koneksi dengan Mossad, meski belum pernah dikonfirmasi resmi.
Pola Oportunisme di Tengah Konflik Global
Pandangan Epstein yang melihat gejolak politik seperti di Ukraina sebagai "peluang" mencerminkan pola pikir oportunis. Peristiwa Maidan 2014 yang menggulingkan presiden pro-Rusia dan memicu konflik berkepanjangan, baginya, bukanlah tragedi kemanusiaan melainkan ladang bisnis.
Pola ini selaras dengan karakternya sebagai predator yang mengeksploitasi situasi, baik dalam bisnis gelap maupun kejahatan seksual terhadap ratusan korban remaja.
Kematian Misterius dan Warisan Konspirasi Sistemik
Jeffrey Epstein ditemukan meninggal di sel penjaranya pada 2019 saat menunggu sidang, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri. Kematiannya menutup kemungkinan pengadilan lengkap yang bisa mengungkap lebih dalam jaringan elit dan intelijen yang melindunginya.
Rilis dokumen ini semakin memperkuat narasi bahwa Epstein bukan hanya seorang kriminal seksual, tetapi juga simbol dari kebusukan sistemik di mana kejahatan, kekuasaan, dan intrik global saling bertautan. Kasus ini terus menjadi pengingat betapa jaringan kekuasaan yang gelap dapat melindungi pelaku kejahatan dari keadilan yang seharusnya.
Artikel Terkait
Perundingan Nuklir AS-Iran 2026: Alasan Pindah ke Oman Setelah Batal di Turki
Klarifikasi Pemkab Ngada: Fakta Kasus Siswa SD Bunuh Diri, Tidak Ada Ancaman Pengusiran
Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan Ditangkap KPK: OTT Suap Ratusan Juta & Profil Kekayaan
Pasal 361 KUHAP Baru: Aturan Transisi, Restorative Justice, dan Asas Lex Favor Reo