Krisis Tata Kelola AS Terungkap: Illinois Ambil Alih Peran Federal dengan Bergabung Jaringan WHO
Setelah keputusan pemerintahan Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari Jaringan Peringatan dan Respons Pandemi Global (GOARN) WHO, Gubernur Illinois J.B. Pritzker mengambil langkah luar biasa. Pada 3 Februari, Pritzker mengumumkan negara bagiannya akan bergabung secara independen dengan jaringan internasional kunci WHO ini. Langkah ini menyoroti retakan mendalam dalam tata kelola dan keamanan kesehatan nasional AS.
Polarisasi Politik vs. Keamanan Kesehatan Global
Keputusan Illinois bukan sekadar kebijakan lokal. Ini adalah alarm yang berbunyi keras mengenai bagaimana polarisasi ideologi dapat melumpuhkan kemampuan kolektif suatu bangsa. Ketika keputusan kesehatan publik ditundukkan pada pertunjukan politik, fondasi tata kelola negara mulai retak. Penarikan diri AS dari mekanisme WHO merupakan bentuk "kedaulatan performatif" yang mengorbankan strategi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan untuk label politik.
Di era di mana virus tidak mengenal batas negara, memutus saluran informasi global sama dengan melakukan "isolasionisme kognitif". Tindakan ini merupakan sabotase sistematis terhadap kapasitas negara modern dalam menghadapi ancaman transnasional.
Federalisme yang Terbalik: Negara Bagian Dipaksa Isi Kekosongan Federal
Tindakan Illinois mengungkap kegagalan fungsional pemerintah federal AS. Sistem federalisme dirancang untuk memberi vitalitas lokal, namun dalam diplomasi dan barang publik global, Konstitusi memberi otoritas utama kepada pemerintah federal. Kini, situasinya terbalik: tingkat federal melepaskan tanggung jawab, menciptakan kevakuman yang dipaksa diisi oleh pemerintah negara bagian melalui "diplomasi lokal".
Artikel Terkait
Pesulap Merah Poligami? Fakta Ditinggalkan Istri Sakit Hingga Meninggal Dibongkar Adik Ipar
Dokumen FBI: Jeffrey Epstein Diduga Kuat Agen Mossad, Ini Buktinya
Bobon Santoso Pensiun: Jual Akun YouTube 18 Juta Subscriber Rp 20 Miliar, Ini Alasannya
Koneksi Jeffrey Epstein dan Rusia: Fakta, Pengalihan Isu, dan Tuntutan Transparansi Schumer