Proyek 35.000 Mobil India untuk Koperasi Dikritik: APBN Defisit, Kualitas Dipertanyakan
NARASIBARU.COM - Proyek pengadaan puluhan ribu kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai kritik. Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, menilai kebijakan belanja mobil dari India ini tidak tepat di tengah kondisi fiskal Indonesia yang masih berat.
Kritik Jhon Sitorus: Utang Membengkak, Anggaran Defisit
Jhon Sitorus menyoroti kondisi ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya. Ia menyebut utang negara hampir menyentuh Rp 10.000 triliun dengan anggaran yang masih defisit.
"Kesenjangan makin lebar, pengangguran tak terkendali, negara kita memilih belanja 35.000 mobil India," ujar Jhon Sitorus, seperti dikutip Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, kebijakan ini terkesan tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat. "Negara ga peduli soal nasib rakyatnya. Negara hanya peduli soal proyek-proyek besar yang tak perlu bagi rakyat," sebutnya.
Anggaran Rp 9,7 Triliun dan Pertanyaan Kualitas Mobil India
Jhon juga mengkalkulasi anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini sangat besar. "Jika dirupiahkan, dibutuhkan anggaran setidaknya Rp 9,7 T untuk membeli mobil yang kualitasnya belum teruji itu," cetusnya.
Artikel Terkait
Viral! Argo Taksi Premium Tembus Rp 1,5 Juta untuk 80 Km, Netizen Heboh
Kesepakatan Transfer Data Indonesia-AS: Dampak, Regulasi PDP, dan Analisis Lengkap
Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah: Analisis & Dampaknya
Video Trump Memejamkan Mata di Acara Board of Peace Viral, Kesehatan Presiden AS Dipertanyakan