Ia mempertanyakan mengapa industri otomotif dalam negeri tidak diberdayakan. "Padahal, Indonesia punya industri otomotif yang sudah mampu jika hanya untuk sekadar merakit mobil pick-up saja," tegasnya. Jhon bahkan menyuarakan kecurigaan adanya potensi penyimpangan. "Bisa-bisa ini jadi ladang bancakan, terlalu aneh," kuncinya.
Penjelasan Pihak Agrinas: Perkuat Rantai Pasok Pangan Desa
Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membenarkan pengadaan ini. Sebagian unit dalam kondisi utuh disebut telah tiba di Indonesia.
Kendaraan ini akan difungsikan sebagai penopang operasional koperasi untuk memperkuat rantai pasok pangan hingga tingkat desa. Agrinas beralasan, pilihan ke produsen India didasarkan pada kemampuan pasok jumlah besar, harga kompetitif, dan kesiapan unit yang cepat sesuai program nasional.
"Armada kendaraan ini diposisikan sebagai tulang punggung distribusi logistik desa," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (17/2/2026). Pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi, dengan 30.000 unit ditargetkan rampung hingga pertengahan 2026.
Respons Produsen Mobil India: Tata Motors dan Mahindra
Dari pihak pemasok, CEO Divisi Otomotif Mahindra dan Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menilai kehadiran Scorpio Pik Up akan memperkuat fondasi logistik dari petani ke pasar. Volume pesanan 35.000 unit ini disebut melampaui total ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.
Sementara itu, Tata Motors mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial yang akan disalurkan melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Pihak Tata berpandangan proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan Indonesia untuk memperkuat konektivitas dan ketahanan ekonomi desa.
Artikel Terkait
Konflik Internal TPUA: Kronologi, Pergantian Kuasa Hukum, dan Masa Depan Tim Anti Korupsi
Viral! Argo Taksi Premium Tembus Rp 1,5 Juta untuk 80 Km, Netizen Heboh
Kesepakatan Transfer Data Indonesia-AS: Dampak, Regulasi PDP, dan Analisis Lengkap
Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah: Analisis & Dampaknya