Kritik Proyek 35.000 Mobil India: Boros APBN Rp 9,7 T Saat Utang Rp 10.000 T?

- Jumat, 20 Februari 2026 | 22:25 WIB
Kritik Proyek 35.000 Mobil India: Boros APBN Rp 9,7 T Saat Utang Rp 10.000 T?

Proyek 35.000 Mobil India untuk Koperasi Dikritik: APBN Defisit, Kualitas Dipertanyakan

NARASIBARU.COM - Proyek pengadaan puluhan ribu kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menuai kritik. Pegiat media sosial, Jhon Sitorus, menilai kebijakan belanja mobil dari India ini tidak tepat di tengah kondisi fiskal Indonesia yang masih berat.

Kritik Jhon Sitorus: Utang Membengkak, Anggaran Defisit

Jhon Sitorus menyoroti kondisi ekonomi nasional yang belum pulih sepenuhnya. Ia menyebut utang negara hampir menyentuh Rp 10.000 triliun dengan anggaran yang masih defisit.

"Kesenjangan makin lebar, pengangguran tak terkendali, negara kita memilih belanja 35.000 mobil India," ujar Jhon Sitorus, seperti dikutip Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, kebijakan ini terkesan tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat. "Negara ga peduli soal nasib rakyatnya. Negara hanya peduli soal proyek-proyek besar yang tak perlu bagi rakyat," sebutnya.

Anggaran Rp 9,7 Triliun dan Pertanyaan Kualitas Mobil India

Jhon juga mengkalkulasi anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini sangat besar. "Jika dirupiahkan, dibutuhkan anggaran setidaknya Rp 9,7 T untuk membeli mobil yang kualitasnya belum teruji itu," cetusnya.


Halaman:

Komentar